pesepak bola yang tetap berpuasa saat bulan ramadhan

Hidup di tengah – tengah industri sepakbola yang banyak akan godaan, seorang pesepakbola muslim di Eropa diuji ketetapan hatinya untuk tetap hidup sesuai dengan ajaran Islam, dan jika mereka berhasil hal itu menjadi kunci rahasia mengapa jarang pesepakbola muslim yang kehidupan pribadinya bermasalah. Dan itu juga yang membuat permainan mereka cenderung stabil serta emosi di lapangan senantiasa terjaga. Banyak pesepakbola muslim yang konsisten dengan Islam mengaku menemukan ketenangan dalam hidup, sumber kekuatan, dan kedamaian dalam Islam, berikut diantaranya:

1. Frederic Oumar Kanoute tetap menjalankan ibadah puasa pada saat Ramadhan meskipun ia harus bertanding selama 90 menit dengan menghabiskan banyak tenaga di lapangan, dan suhu yang bisa mencapai 40 derajat celcius yang dimana akan menghabiskan banyak cairan tubuh. Tahun lalu di bulan Ramadhan di Eropa siang hari lebih panjang waktunya daripada malam hari, matahari bersinar selama 13 jam dari pukul 6.30 pagi hingga 20.00. Dan pertandingan biasanya digelar 2 jam sebelum waktu berbuka puasa.

2. Rami Shaaban adalah pemain sepakbola yang istiqamah mengikuti ajaran Islam, rutin mengkaji Al-Quran dan menjadikan Al-Quran panduan dalam menjalani hidupnya. Kiper timnas Swedia ini senantiasa melafalkan beberapa ayat sebelum bertanding.

3. Kolo Toure merasa sebagai seorang muslim dia harus menghormati orang lain. Kesuksesan dirinya selalu disebutnya berkat doanya kepada Allah.

4. Franck Ribery menjadi mualaf setelah menikahi seorang gadis Perancis keturunan Maroko. Memiliki nama Islam yaitu Frank Bilal Ribery. Menurutnya Islam membawanya pada keselamatan. Islam yang menjadi sumber kekuatannya di dalam maupun di luar lapangan. Di saat ia mengalami masa – masa sulit dalam karirnya, Islam datang memberikan kedamaian. Ribery mengaku sebagai seorang muslim yang tidak pernah meninggalkan sholat wajib 5 waktu.

5. Nicolas Anelka adalah mualaf yang memeluk Islam pada saat bermain di klub Turki Fenerbache. Memiliki nama Islam yaitu Abdul-Salam Bilal. Dalam wawancara yang dimuat diMatch, majalah terbitan Perancis Anelka berkata bahwa Islam adalah sumber kekuatan baginya di dalam maupun di luar lapangan. Ia menjalani karier yang cukup berat. Ia kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Dan akhirnya ia menemukan Islam. Anelka tetap menjalankan puasa 1 bulan penuh meskipun di tengah – tengah kompetisi.

6. Momo Sissoko serta Sulley Muntari adalah pesepakbola muslim yang tetap memilih menjalankan puasa di bulan Ramadhan meskipun ada pertandingan yang cukup melelahkan.

7. Mahamadou Diarra dan Anthar Yahia (Bochum) memilih tetap menjalankan puasa, menurut mereka, berpuasa justru memberi kekuatan untuk mengatasi kesulitan.

8. Robin Van Persie adalah seorang mualaf. Menurutnya Islam adalah agama yang indah dan lembut, di sini ia menemukan keteduhan dan ketenangan.

9. Mehdi Mahdavikia (Eintracht Frankfurt) tidak mengalami hambatan berarti saat Ramadhan. Pemain yang kini berusia 32 tahun ini menata dietnya sedemikian rupa sehingga sanggup menjalani laga-laga keras di Liga Jerman (Bundesliga).

Dipublikasi di info cuma-cuma | Meninggalkan komentar

masihkah menganggap dahlan iskan dan jokowi pahlawan?

Dan hendakklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak (manusia) pada kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
12 April 2012 11:52 pm | Konspirasi– Dibaca 10251 kali

Masih Menganggap Dahlan Iskan dan Jokowi Sebagai Pahlawan?
republika

Beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah artikel menarik tentang profile masa lalu seorang tokoh yang dielu-elukan publik. Dahlan Iskan dan Joko Widodo.

Artikel yang dibuat oleh seorang kawan di sebuah website Islam, shoutussalam.com
Di sini saya hanya ingin memuat ulang tulisan yang sudah dimuat oleh beliau, Kaab As Sidani.

Berikut dibawah ini adalah tulisannya.

Siapa yang tak kenal dengan Jokowi? Walikota dengan segudang prestasi duniawi. Putra Solo ini pasti dibanggakan dan dipuja, bahkan juga oleh para pemuda-pemudi muslim. Namun apakah benar Jokowi patut dibanggakan ? Apalagi sebagian aktivis Islam ikut-ikutan.

Sedikit Kejutan

Di akhir Februari 2012, tepatnya di tanggal 23 terjadi sebuah berita yang kurang menarik. Namun berita ini pastinya akan sangat mengejutkan bagi penggemar kasus-kasus konspirasi Yahudi di Indonesia. Dikutip dari harian Joglosemar, Kamis(23/2), Rotary Club (RC) Solo Kartini melantik Istri Walikota Surakarta Iriana Joko Widodo sebagai anggota kehormatan mereka,bersamaan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional.

Pastinya yang membaca berita ini terkejut. Siapa sangka Pak Walikota yang mereka bangga-banggakan ternyata teman dekat agen kolonialisme dan zionisme. Seperti dikutip dari eramuslim, peneliti tentang zionisme Ridwan Saidi, yang dinukil dari buku Jaringan Yahudi di Nusantara karangan Artawijaya, menyebut Rotary Club Internasional sebagai perabot zionis. Sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemasonry dan Zionisme.

Bahkan sebelumnya (seperti dikutip dari situs sragenpos, 15/7/2011) Walikota Solo,Joko Widodo bersama sejumlah anggota Rotary Club Solo Kartini meninjau proyek porselenisasi di RT 8 RW XX, Krajan, Kadipiro, Solo, Jumat (15/7).

Dalam laporannya, nahimunkar.com juga menyebut bahwa Rotary Club dan saudara kembarnya, Lions Club, merupakan kaki tangan zionis. Rotary Club mempunyai persamaan besar dengan Freemasonry. Keduanya memiliki pemahaman yang sama tentang nilai dan semangat yang membentuk jiwa seseorang, seperti ide egaliti, fraterniti, semangat humanisme, dan kerjasama internasional. Ini adalah semangat yang sangat berbahaya yang diarahkan untuk mengikis karakteristik bangsa-bangsa dan menguburkan segala bentuk loyalitas, sehingga pribadi-pribadi akan kehilangan identitas dan harga diri serta hidup dalam kebimbangan. Akibatnya, tak ada lagi kekuatan yang dominan, kecuali orang-orang Yahudi yang terus-menerus berambisi mendominasi dunia.

Seperti dikutip juga dari nahimunkar.com, FUUI menjelaskan bahwa Rotary Club mencekoki anggotanya agar mengikuti agama yang diakui atas dasar persamaan sesuai urutan abjad, seperti Budha, Islam, Yahudi, Masehi, dan seterusnya. Dalam urutan terakhir tersebut, Taoisme, sebuah keyakinan orang-orang Tiong Hoa yang muncul pada abad ke-6 SM, meyakini bahwa kebahagiaan dapat terpenuhi dengan tercapainya kebutuhan insting manusia dan kemudahan hubungan sosial dan politik sesama manusia.

Sebenarnya Tidak Mengejutkan

Pada hakikatnya siapapun yang cermat menelusuri sepak terjang Jokowi sejak awalnya tidak akan terkejut. Jokowi memang tidak tanggap dengan masalah-masalah akidah. Proses berpasangannya dengan orang-orang nasrani pada dua kali (dan calonnya tiga kali pada pilgub DKI) pilkada Solo, menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak memiliki sensitivitas akidah.

Memang banyak sekali versi-versi tentang pengkafiran orang-orang yang berbuat salah kaprah seperti Jokowi ini. Ada yang mengkafirkannya ada yang belum berani. Padahal dalam ayat al-Qur’an banyak tertera larangan memberikan kepemimpinan serta kepercayaan kepada orang kafir, atau yang disebut dengan tawalli.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”( QS. Al-Maidah: 51)

Syaikh Abdullah Ibnu Abdillathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahumullah berkata saat menjelaskan penjelasan tawalli dan muwalah: “Tawalli adalah kekafiran yang mengeluarkan dari millah, dan ia itu seperti membela mereka dan membantu mereka dengan harta, badan dan pendapat (dalam memerangi kaum muslimin). Dan muwalah adalah dosa besar, seperti menuangkan tinta atau merautkan pena atau berseri-seri kepada mereka seandainya dia menyodorkan cemeti untuk mereka”. (Ad Durar As Saniyyah: 8/422, lihat At Tibyan Fi Kufri Man A’anal Amrikan 98)

Adapun apa yang dilakukan Jokowi sangat membahayakan kaum muslimin. Sewaktu-waktu dapat dengan mudah, dengan justifikasi peraturan yang berlaku, bahwa jabatannya akan berpindah dengan orang-orang yang kekafirannya bahkan disepakati oleh ahli bid’ah sekelas murjiah sekalipun. Sungguh perbuatan tawalli yang mengkafirkan. Seperti diketahui, wakil-wakil yang diajukan untuk menjadi orang nomor dua setelah Jokowi adalah nasrani tulen seperti Rudy dan Ahok.

Bisa jadi suatu saat, dengan prestasi dan kepandaiannya, Jokowi akan melesat sebagai capres. Hingga seperti biasa, partai sekuler PDIP bukan tidak mungkin akan menampakkan simbol-simbol pluralisme lagi dengan mengangkat calon wakil dari kalangan kafir asli. Tidak mustahil jika partai-partai seperti PDS akan mendomplengkan wakilnya kepada PDIP, sebab PDIP ini terkenal sangat abangan, sebuah sisi oposisi dari santri.

Pencitraan Sejenis

Tidak kalah parah dengan Jokowi. Sosok yang akhir-akhir ini sering dicitrakan sebagai pahlawan adalah Dahlan Iskan, pengusaha kenamaan yang sukses gara-gara kiprahnya di Jawa Pos. Banyak sinyalemen yang menunjukkan bahwa Dahlan Iskan adalah neolib luar dalam. Diluar, akidah ekonominya adalah neolib. Di dalam hati, ia dikenal dekat dengan sosok-sosok seperti Cak Nur, yang juga dikenal sebagai gembong JIL.

“Saya akan selalu ingat pendapat intelektual muslim Nurcholish Madjid (Cak nur) bahwa bentuk rasa syukur terbaik adalah kerja keras untuk kebaikan. Pendapat yang sama juga datang dari KH Said Aqil Siraj, Ketua umum PB NU dan KH Syukri, pimpinan pondok modern Gontor Ponorogo, bahwa puasa, kerja lebih keras dan menolong orang lain adalah tiga bentuk bersyukur yang paling tinggi,” seperti sebuah pernyataannya akan kiai-kiainya yang terekam dalam media merdeka.com.

Selain itu, Jawa Pos merupakan salah satu media yang gencar bekerja sama mempromosikan ajaran sesat JIL. Ulil Abshar Abdalla dan kawan-kawan sempat mengisi rubrik Kajian Utan Kayu di koran tersebut dengan pesan-pesan yang kental akan nuansa pluralisme dan de-islamisasi. “Akhirnya kami pilih nama Kajian Utan Kayu,” kata Ulil Abshar Abdalla pada majalah Gatra, edisi 03/08 (01/12/2008).

Selain itu yang tidak kalah meresahkan adalah keterlibatan Dahlan Iskan dalam organisasi freemason. Dalam situsnya, Lions club memajang foto Dahlan dalam posisi strategis organisasi Lions Club. Dalam diagram organisasi tersebut, entah bagaimana posisi hierarkinya, yang jelas ditengah banyaknya etnis tionghoa di diagram tersebut, Dahlan Iskan berada di pucuk atas dengan embel-embel president.

Pedulilah Akan Akidah Wahai Para Aktivis

Hingga akhirnya, sebagai aktivis Islam, dari manapun golongannya, hendaknya peduli kepada akidah dan keimanan seseorang. Jangan sampai salah memilih panutan dan idola. Serta sebuah tindakan yang salah kaprah ketika membangga-banggakan dan membela orang-orang macam ini. Tidak dipungkiri mereka yang telah disebutkan diatas merupakan orang jenius, tetapi keberadaan orang-orang seperti mereka merupakan fitnah dan cobaan bagi kaum muslimin. Sehingga tidak mungkin mengabaikan kekafiran dan kejanggalan akidah seseorang, meskipun orang-orang tersebut pintar dan cerdas.

Belum juga kasus-kasus lain, seperti ritual musyrik kala Jokowi memandikan mobil esemka, kasus-kasus seperti ini harus menjadi perhatian dari kaum muslimin. Apalagi banyak aktivis dan thullab Islam serta mengaku membela-bela Palestina dan negeri-negeri yang dijajah lainnya, tetapi secara sadar atau tidak telah membela dan menyanjung-nyanjung mereka-mereka yang bergandengan tangan dengan orang kafir yang telah dilaknat sebagai anak cucu babi dan kera.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS. Al Baqarah: 120)

Penutup

Saya sendiri tidak bisa mengamini sepenuhnya tulisan tentang Dahlan Iskan dan Jokowi ini. Hanya saja dari sumber-sumber yang dicantumkan penulis ada banyak sekali petunjuk yang mengarah ke sana. Seperti status keanggotaan Dahlan Iskan di Lins Club yang memiliki jabatan sebagai Presiden: http://www.lionsclubsd307b.org/clubs/sby-surya/default.asp?topic=profile&speak=id

Dahlan Iskan Selalu Ingat Pesan Cak Nur (merdeka.com)
Rotary Club dan Lions Club Organisasi Zionis (nahimunkar.com)
Proyek Porselenisasi Jokowi bersama Rotary Club (sragenpos.com)
Waspada Dibalik Santunan Sosial Rotary Club (eramuslim.com)
Istri Walikota Jokowi, Anggota Kehormatan Rotary Club (harianjoglosemar.com)

Bagi Anda yang berkomentar bahwa sumber-sumbernya tidak valid, itu hak Anda. Yang jelas, saya sendiri tidak berada pada posisi yang membenarkan ataupun menyalahkan. Anda bisa berpikir secara rasional seperti hlanya juga saya.

Wallahua’lam.

sumber:http://www.fimadani.com/masih-menganggap-dahlan-iskan-dan-jokowi-sebagai-pahlawan/

Dipublikasi di info cuma-cuma | Meninggalkan komentar

Biografi Imam Tirmidzi

Kitab hadits Imam Tirmidzi yang dikenal dengan Sunan al Tirmidzi merupakan salah satu dari kitab standard hadits (kutub al hadits al sittah) yang menempati posisi ke-4 setelah Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan Sunan Abu Dawud.
Imam Tirmidzi telah mengintegrasikan dengan baik sekali dalam kitabnya, antara kajian hadits dan fiqh. Dalam kitabnya itu, Imam Tirmidzi menjelaskan derajat-derajat hadits yang dimuat, seperti hadits-hadits shahih, hasan, dan dla’if. Dalam kitabnya itu pula, yang di dalamnya terkandung hukum fiqh, Imam Tirmidzi menyertakan pula pendapat-pendapat para ulama’ dari berbagai madzhab, baik yang telah disepakati ataupun yang masih diperselisihkan.

A.    Biografi Imam Tirmidzi
Nama lengkap Imam Tirmidzi adalah Abu ‘Isa Muhammad Ibn ‘Isa Ibn Tsawrah Ibn Musa Ibn al-Dhahak al-Sulami al-Bughi al Tirmidzi. Ahmad Muhammad Syakir menambah dengan sebutan al-Dharir, karena Beliau mengalami Kebutaan di masa tuanya.
Menggunakan al-Sulami karena berasal dari Bani Sulaim, dari Qabilah ‘Aylan, sedangkan al Bughi adalah nama desa tempat Imam Tirmidzi wafat, yakni di Bugh dan dimakamkan juga disana.
Imam Tirmidzi terkenal dengan sebutan Abu ‘Isa, yang ternyata sebagian ulama’ tidak menyenangi sebutan itu, karena ada hadits yang di-takhrij-kan Ibn Abi Syayban bahwa seorang pria tidak dibenarkan menggunakan sebutan atau nama Abu ‘Isa yang berarti ayah dari ‘Isa. Padahal Isa tidak punya Ayah. Dalam hal ini al Qari memberi penjelasan, bahwa yang dilarang itu apabila nama Abu ‘Isa sebagai nama pertama atau nama asli, tetapi apabila hanya sebagai sebutan atau julukan, maka tidak menjadi masalah. Itu dikarenakan untuk membedakan dengan ulama-ulama yang menggunakan sebutan al-Tirmidzi juga seperti Abu Abdullah Muhammad Ibn Ali Ibn Husayn al-Tirmidzi (Hakim al-Tirmidzi) seorang penulis besar sekaligus Sufi, dan Sayyid Burhanuddin al-Tirmidzi seorang sufi juga.
Jadi Abu Isa yang dimaksud disini adalah Imam Tirmidzi yang mengarang kitab Hadits Sunan al-Tirmidzi, yang lahir di tepi selatan sungai Jihun (Amudaria) yang sekarang, Uzbekistan di kota Tirmidz.
Beberapa Penulis tidak menyebutkan secara pasti kapan Imam Tirmidzi dilahirkan. Tetapi menurut Ahmad Muhammad Syakir sebagaimana yang telah dikutip dari Syaikh Muhammad ‘Abd al Hadi al Sindi, bahwa Imam Tirmidzi lahir pada tahun 207 H. Masalahnya pada zaman dahulu memang sering kali ulama’ sebagai orang yang terkenal, orang besar, dicatat saat wafatnya, tetapi jarang diketahui dan dicatat hari kelahirannya, karena budaya mencatat tanggal lahir bagi seseorang belum memasyarakat. Al-Shalah al-Safadi dalam Nuqth al-Himyan hanya menyatakan beberapa tahun setelah tahun 200 H beliau dilahirkan.
Mengenai tahun wafatnya, baik al-Dzahabi maupun al-‘Alamah Malla ‘Ali al-Qary menyebutkan tahun 279 H yakni dalam usia 70 tahun. Al-Syakir menyebutkan bahwa Imam al-Tirmidzi wafat pada bulan Rajab tanggal 13 tahun 279 H pada malam senin. Hal ini juga senada yang disampaikan oleh al-Hafidz al-Mizzi dalam al-Tahdzib dari al-Hafizh Abu Abbas Ja’far Muhammad Ibn Mu’taz al-Mustaghfiri sebagai ahli sejarah yang telah berkunjung ke Khurasan dan Lama tinggal disana.

B.    Masa Belajar, Guru-guru, Perawi dan Murid-muridnya.
Imam Tirmidzi sejak remaja telah belajar dengan guru-guru dikampungnya. Di Khurasan ia berguru dengan Ishaq Ibn Rahawayh, di Naysabur dengan Muhammad Ibn Amru al-Sawaq, kemudian menuju Iran untuk belajar pada ulama Hadits dan para Hafidz disana, kemudian menuju Hijaz untuk belajar dengan Ulama-ulama disana. Akan tetapi beliau tidak melawat ke Mesir dan Syam, namun meriwayatkan hadits dari kedua Negara itu melalui perantara Ulama. Selain itu beliau juga tidak ke Baghdad karena kemungkinan adanya kondisi yang negative disana, sehingga beliau tidak bisa mendengar langsung hadits dari Imam Ahmad Ibn Hambal.  Untuk peta daerah lawatan imam Tirmidzi, ada pada lampiran 1.
Imam Tirmidzi hidup semasa dengan Imam besar Hadits yakni Abu Abdullah Muhammad Ibn Ismail al-Bukhari alias Imam Bukhari. Selain berguru kepada Imam Bukhari, ia juga pernah berguru bersama-sama pada beberapa syaykh berdua dengan Imam Bukhari.
Berkat kecerdasan dan kepintarannya dalam bidang hadits, Imam Bukhari merasa kagum kepadanya sekaligus mengakui kelebihannya tersebut. Sebagai bukti adanya kekaguman tersebut, ada pernyataan bahwa Imam Tirmidzi memenuhi syarat sebagai yang dapat dijadikan anutan dalam bidang hadits. Untuk nama-nama perawi yang menjadi sumber periwayatan imam Tirmidzi secara langsung dan tidak langsung yang diajadikan bahan-bahan penulisan kitab-kitabnya tersebut dapat dilihat pada lampiran 2.
Diantara murid Imam Tirmidzi yang termasyhur ialah:
1.    Abu Bakr Ahmad Ibn Ismail Ibn Amir al-Samarkandi;
2.    Abu Hamid Ahmad Ibn Abdullah Ibn Dawud al-Marwazi al-Tajir;
3.    Ahmad Ibn ‘Ali Al-Maqari;
4.    Ahmad Ibn Yusuf al-Nasafi, dan lain-lain.

C.    Peran Imam Tirmidzi Dalam Pengembangan Hadits
1.    Merumuskan Hadits Hasan
Sebagaimana diketahui bersama bahwa dalam kajian hadits dikenal istilah mardud  dan maqbul. Sebuah hadits yang dinyatakan  maqbul  dapat dijadikan hujah, yakni dapat dijadikan pedoman dan panduan pengalaman syari’at, dapat dijadikan alat istinbath dan bayan terhadap al Qur’an, sedangkan hadits mardud merupakan hadits yang ditolak sehingga tidak dapat dijadikan hujah.
Ditinjau dari segi maqbul dan mardud diatas, hadits dapat dibagi menjadi hadits shahih, hadits dlaif, dan hadits hasan.
Hadits Shahih adalah hadits yang musnad, yakni muttashil-nya sanad, yang dinukil oleh rawi-rawi yang ‘adil,  dlabith, sehingga sampai kepada Rasulullah atau orang yang bertemu Rasulullah (sahabat atau bukan sahabat), serta tidak ber-‘illat dan tidak janggal.
Apabila bnyak tabi’in yang meriwayatkan, berate cukup kuat meskipun lafadz tidak sama, asalkan maknanya masih ada kaitannya. Oleh karena itu Imam Tirmidzi mengatakan hadits hasan tidak harus bersambung (ittishol), tetapi harus tidak syadz dan banyak jalan. Contoh hadits hasan:
قَالَ لَهُ النبي صلى الله عليه وسلم: أبغني احجارا استنفض بهن قال: فاتيته بحجرين وروثة: فاخذ الحجرين وترك الروثة وقال: اِنها رج
Nabi bersabda kepadanya: carikanlah tiga batu untuk saya gunakan untuk bersuci. Ia berkata:”maka saya bawakan kepadanya dua biji batu kerikil dan sebiji kotoran hewan. Ia berkata:”Nabi mengambil dua batu dan meninggalkan kotoran itu, seraya bersabda: “sesungguhnya kotoran itu adalah najis”
Hadits diatas menjelaskan, bahwa batu kerikil yang diminta Nabi untuk bersuci adalah 3 biji batu kerikil. Ternyata Ibnu Mas’ud hanya mendapatkan dua biji batu kerikil, yang dicoba ditambah dengan sebiji kotoran hewan sehingga cukuplah 3 buah. Nabi hanya mengambil 2 batu kerikil karena yang ketiga adalah kotoran hewan yang hukumnya najis. Imam Bukhari menilai hadits ini Shahih dari Isnad Abu Hurayrah yang ditulis pada Bab Wudhu’.
Menurut Imam Tirmidzi, hadits ini mempunyai Illat dan isnad haditsnya adalah isnad Abi ‘Ubaidillah dari bapaknya, padahal menurut penelitian Abi ‘Ubaidillah tidak mendengar dari bapaknya. Tetapi karena hadits itu banyak isnadnya, maka menurut Tirmidzi hadits ini nilainya Hasan.
Dalam hal ditemukan hadits perawinya adil, tetapi kurang kuat hafalannya, sedangkan hadits-nya masyhur serta tidak ada cacat atau ditemukan hadits¬ yang sanad-nya banyak, hanya saja perawinya tidak dikenal, tetapi perawi itu tidak terdapat dalam daftar perawi lemah dan berbohong, maka hadits itu di bawah derajat shahih, tetapi di atas derajat dlaif. Terhadap hadits seperti inilah kemudian Imam Tirmidzi memberi nama hadits tersebut dengan sebutan hadits hasan.
Dengan demikian yang disebut dengan hadits hasan adalah hadits yang dinukil oleh rawi yang kurang sempurna ke-dlabith-annya, tetapi selamat dari ‘illat dan kejanggalan.
Dari keterangan di atas dapat dipahami bahwa istilah hadits hasan muncul dikarenakan adanya husn al dzan (prasangka baik) terhadap perawi hadits, sehingga hadits yang diriwayatkan menjadi hasan, hanya saja tidak sampai pada derajat shahih. Dengan kata lain, hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih. Perbedaannya hanya dalam soal ke-dlabith-an rawi. Hadits shahih rawi-nya sempurna dlabith-nya (tam dlabith), sedangkan hadits hasan rawi-nya kurang sempurna dlabith¬-nya (qalil dlabith).

2.    Isnad dalam Kitab Jami’ al Tirmidzi/Sunan At-Tirmidzi
Para ulama’ hadits sependapat bahwa yang namanya isnad merupakan sesuatu yang sangat penting dan ilmu yang demikian itu hanya dimiliki oleh umat Islam, agama lain tidak memiliki. Isnad ini merupakan suatu cara pemindahan berita dari orang yang terpercaya kepada orang terpercaya lagi sampai kepada Nabi SAW.
Ketika isnad dijadikan standard untuk menilai keotentikan hadits, secara tidak langsung, berarti memberikan pengertian kepada kita betapa pentingnya sistem periwayatan hadits, walaupun tidak menjadi persyaratan dasar dalam penentuan maqbul – mardud-nya hadits. Namun begitu, sistem periwayatan ini dapat mempengaruhi dalam thariqah tarjih, yakni bila ada dua hadits maqbul yang saling bertentangan.
Melihat manfaat isnad yang sangat penting ini,  Imam Tirmidzi kemudian menerapkan ilmu isnad dalam kitab Jami’ al Shahih al Tirmidzi karena manfaat dari ilmu isnad ini antara lain:
a.       Untuk mengetahui rawi masing-masing hadits;
b.      Untuk mengetahui jumlah rawi yang diperselisihkan dan yang disepakati;
c.       Untuk mengetahui rawi yang diperselisihkan, karena adanya penambahan dan pengurangan;
d.      Untuk mengetahui periwayatan karena adanya tambahan penjelasan.
Adapun sistematika yang digunakan oleh Imam Tirmidzi adalah sebagai berikut:
1.      Pengumpulan riwayat hadits dengan cara-cara.
a)      Mengumpulkan beberapa isnad dalam satu matan hadits. Hal ini terjadi dengan meanmbahkan beberapa isnad dengan huruf ‘athaf (و), mungkin juga mengubah antara dua isnad dengan membubuhkan huruf (ح) yang artinya benar atau juga berate haul (berubah).
b)      Memperbanyak isnad dalam dalam satu matan. Maksudnya dengan menyebutkan matan dari isnad pertama, dengan kata-kata mitsluh (مثله) apabila sama lafadz, dengan nahwuh (نحوه) apabila sama maknanya.
c)      Masing-masing isnad disebutkan pada masing-masing matan. Kemudian mengulangi kembali matan itu dengan tambahan lafadz atau perbedaan periwayatan, atau kadang juga menjelaskan adanya Illah pada hadits itu.
d)     Menunjuk kepada isnad hadits, karena sudah terkenal dan telah dimaklumi para ulama’. Hal itu terjadi karena:
♣    Adakalanya menarjihkan hadits dengan isnadnya, kemudian dihubungkan dengan sanad lain, dengan menyebutkan syahid (saksi) dari sanad lain itu dari mutabi’ yang mengikutinya.
♣    Adakalanya menarjihkan hadits dengan isnadnya dan menunjuk kepada sumber dari sanad lain, dengan menjelaskan: وَقَدْ رُوِيَ مِنْ وَجْهٍ نَحْوُهُ (sesungguhnya telah meriwayatkan dari beberapa jalan yang serupa).

2.      Meriwayatkan hadits dengan sistem bab per bab secara terperinci.
Imam Tirmidzi menunjuk bab setiap meriwayatkan hadits dengan menempuh dua jalan, yakni:
a.    Meriwayatkan sekelompok hadits dengan sanadnya dengan cara mengeluarkan/mentakhrij salah satu saja dari hadits yang ada pada kelompok tersebut.Hal ini untuk mengurangi jumlah hadits yang ditakhrij.
b.    Menyesuaikan hadits dengan syarat-syaratnya, kemudian menunjuk hadits-hadits yang diriwayatkan dalam bab tertentu dengan menyebutkan nama shahabat sebagai perawi kemudian meyampaikan matan dari hadits itu.
Memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka dapat dikatakan bahwa cara yang dilakukan oleh Imam Tirmidzi ini merupakan pembahasan yang mendalam tentang pemikiran lama yang terpadu dengan pola pikir modern, sebab dengan usaha itu pembahasan yang pendek dalam kitab Jami’ al Shahih al Tirmidzi atau dikenal dengan Sunan At-Tirmidzi berarti telah membahas ribuan hadits yang terkumpul berjilid-jilid, dalam waktu yang relatif pendek dari kitab-kitab hadits lain.

3.    Ilmu Mukhtalif Hadits dalam Jami’ Shahih al Tirmidzi
Pembahasan mukhtalif hadits merupakan salah satu pembahasan yang cukup penting dan strategis dalam mempertahankan sunnah dari tanggapan negatif. Oleh karena itu telah ditulis oleh para ulama’ untuk menangkis tanggapan negatif tersebut.
Ilmu mukhtalif hadits adalah pengetahuan yang membahas hadits-hadits yang pada lahirnya tampak adanya pertentangan, baik yang dapat dikompromikan maupun yang yang tidak dapat.
Imam Tirmidzi juga telah membahas dengan bagus sekali dengan dasar ilmunya yang mendalam, yang merupakan seni yang menyempurnakan ilmu ulama’ dalam memadukan ilmu riwayah, dirayah, dan akal. Dalam hal menghadapi hadits  yang muhkatalif, Imam Tirmidzi telah menggunakan dua pendekatan.
1.      Melakukan penelitian terhadap permasalahan yang menjadi dasar ikhtilaf pada kedua hadits,
2.      Mengadakan kompromi terhadap dua hadits yang pada lahirnya terdapat pertentangan.
Langkah yang diambil Imam Tirmidzi, memang belumlah sempurna. Namun begitu, kalau kita melihatnya dengan membandingkan apa yang dilakukan oleh ulama’ pada masa itu, tampak bahwa apa yang dilakukan oleh Imam Tirmidzi ini cukup brilian, dimana Imam Tirmidzi ini lebih menitik beratkan pada kebenaran material dari hadits yang dibahas.
Secara umum langkah yang diambil (menurut Jumhur ‘ulama Hadits) apabila ada dua hadits maqbul nilainya, namun saling berlawanan lahirnya (mukhtalif) maka cara mengatasinya adalah:
a.    Men-jama’-kan (mengkompromikan) keduanya sampai hilang perlawanannya, kedua-duanya diamalkan.
b.    Dicari rajih-marjuh¬-nya (tarjih), hadits yang rajih diamalkan dan yang marjuh ditinggalkan. Dari segi ini ada tiga pandangan:

1)      Dari segi sanad (’itibar sanad);
a)      Rawi yang banyak lebih kuat (rajih) daripada yang sedikit.
b)      Rawi sahabat besar lebih kuat (rajih) daripada rawi sahabat kecil.
c)      Rawi yang tsiqah lebih kuat (rajih) daripada rawi yang kurang tsiqah.
2)      Dari segi matan (‘itibar matan);
a)      Hadits yang mempunyai arti hakikat me-rajih-kan hadits yang mempunyai arti majazi.
b)      Hadits yang mempunyai petunjuk maksud dari dua segi me-rajih-kan hadits  yang hanya mempunyai petunjuk maksud arti satu segi.
c)      Matan hadits qauli me-rajih yang fi’li.
3)      Dari segi hasil penunjukan (madlul). Madlul yang mutsbit (positif) me-rajih-kan yang naïf (negatif).

c.    Dicari nasikh-mansukh-nya, yang nasikh diamalkan dan yang mansukh ditinggalkan. Adapun cara nasakh adalah sebagai berikut:
1)      Penjelasan Syar’i sendiri (melalui pernyataan Nabi).
2)      Penjelasan dari sahabat, mereka menyaksikan wurud-nya hadits.
3)      Diketahui masa wurud-nya hadits:
a)      Terdapat kata-kata ibtida’ atau awal.
b)      Terdapat kata-kata qabliyah.
c)      Terdapat kata-kata ba’diyah.
d)     Terdapat kata-kata yang menunjukkan waktu ; sebulan sebelum, sebulan sesudah, setahun sebelum, setahun sesudah dan lain-lain.

d.    Di-tawaquf-kan bila tidak bisa di-jama’, di-tarjih, dan di-nasakh. Hadits-nya tidak diamalkan.

4.    Ilmu Periwayatan Hadits dalam Jami’ Shahih al Tirmidzi
Sebagaimana diketahui ilmu periwayatan hadits merupakan pengetahuan yang menerangkan sifat-sifat perawi hadits, yakni mengenai ketaatan dan ketaqwaan mereka terhadap perintah Allah, yang disebut dengan al ‘adalah, termasuk di dalamnya menghafal dan mengingat hafalannya, yang disebut dengan al dlabith. Sifat-sifat itu disebut ta’dil, sedangkan perawi yang tidak masuk kategori ‘adil dan dlabith, maka perawi tersebut diangap jarh. Dan dalam sejarah ilmu hadits, ilmu periwayatan ini kemudian tumbuh menjadi ilmu al jarh wa al ta’dil.
Imam Tirmidzi mengembangkan ilmu al jarh wa al ta’dil dengan menulis kitab ‘Ilal sebagai “saka guru” dari ilmu itu, yang menjadi dasar ikutan tentang kriteria di atas. Imam Tirmidzi ini terkenal dengan pendapatnya yang keras, yang tersebut dalam ‘Ilal-nya itu bahwa mencela kepada orang itu diperbolehkan. Dan ia juga menolak orang yang tidak setuju. Ia juga mencela beberapa ulama’ hadits.
Berdasarkan sumber-sumber dari ahli hadits dan hasil penelitiannya, Imam tirmidzi menyimpulkan empat hal kaitannya dengan al jarh wa al ta’dil, yaitu:

1.    Beberapa ulama’ salaf yang termasuk ta’dil, seperti Hasan al Bashri, Syu’bah Ibn al Hajaj, Malik, Waqi’, Abd al Rahma Ibn Mahdi. Mereka ini disebut Imam Tirmidzi sebagai orang-orang yang taqwa, yang selalu menghidari perbuatan yang haram, sehingga periwayatannya dapat dijadikan hujjah.
2.    Mencela dan memuji yang dilakukan ulama’ merupakan nasehat bagi kaum muslimin. Menurut Imam Tirmidzi, hal ini bukan untuk merongrong kewibawaan, dan menyebar aib manusia, namun karena adanya hadits al din al nashihah. Oleh karenanya dibenarkan membicarakan pelaku isnad hadits.
3.    Kesaksian dalam masalah agama, menurut Imam Tirmidzi lebih berhak untuk dikuatkan daripada kesaksian harta.
4.    Menurut Imam Tirmidzi, ahli bid’ah tidak disebut sebagai perawi, bahkan wajib dicegah dan tidak diakui sebagai saksi.
Imam Tirmidzi menggunakan beberapa lafadz Ta’dhil, seperti:
♦    Menggunakan isim Tafdhil
♦    Mengulangi penyebutan lafadz ta’dhil.
♦    Menjelaskan keadilan perawi bahwa ia adil dan dhabit cukup dengan kata tsiqah (terpercaya)
♦    Menjelaskan dengan kata Shaduq  untuk perawi yang adil tapi tidak dhabit.
♦    Derajat kelima tidak disebutkan perawinya adil, atau dhabit tetapi haditsnya dapat dicatat dengan kehati-hatian karena bukan derajat 1-4.
♦    Imam tirmidzi menggunakan shalih pada derajat yang keenam.
Imam Tirmidzi menggunakan lafadz Jarh, seperti:
♠    لَيْسَ عِنْدَهُمْ بِذَاكَ الْقَوِي
♠    ضَعِيْفُ الْحَدِيْثُ
♠    ضَعِيْفُ ذَاهِبُ الْحَدِيْثُ
Demikianlah beberapa peranan yang dimainkan oleh Imam Tirmidzi dalam pengembangan studi hadits, yang manfaatnya masih tetap bisa kita rasakan sampai saat ini, dan juga pada masa-masa yang akan datang.

Kesimpulan

Dari uraian tentang Peran Imam Tirmidzi dalam pengembangan studi hadits di atas, kiranya dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.    Imam Tirmidzi adalah orang yang pertama kali memperkenalkan istilah hadits hasan, yakni hadits yang dinukil oleh rawi yang kurang sempurna ke-dlabith-annya, tetapi selamat dari ‘illat dan kejanggalan. Dengan demikian istilah hadits hasan ini hampir sama dengan hadits shahih. Perbedaannya hanya dalam soal ke-dlabith-an rawi. Hadits shahih rawi-nya sempurna dlabith-nya (tam dlabith), sedangkan hadits hasan rawi-nya kurang sempurna dlabith¬-nya (qalil dlabith).
2.    Sistematika isnad yang  digunakan oleh Imam Tirmidzi ini merupakan pemikiran lama yang terpadu dengan pola pikir modern, sebab dengan usaha itu pembahasan yang pendek dalam kitab Jami’ al Shahih al Tirmidzi telah membahas ribuan hadits yang terkumpul berjilid-jilid, dalam waktu yang relatif pendek dari kitab-kitab hadits lain.
3.    Dalam menghadapi ikhtilaf al hadits, Imam Tirmidzi menggunakan dua macam pendekatan, yaitu melakukan penelitian terhadap permasalahan yang menjadi dasar ikhtilaf pada kedua hadits serta mengadakan kompromi terhadap dua hadits yang pada lahirnya terdapat pertentangan.
4.    Imam Tirmidzi mengembangkan ilmu al jarh wa al ta’dil dengan menulis kitab ‘Ilal sebagai “saka guru” dari ilmu itu. Imam Tirmidzi juga terkenal dengan pendapatnya yang keras, bahwa mencela kepada orang itu diperbolehkan. Dan ia juga menolak orang yang tidak setuju. Selain itu dia juga mencela beberapa ulama’ hadits.

DAFTAR PUSTAKA

Sutarmadi, Ahmad, al Imam al Tirmidzi; Peranannya dalam Pengembangan Hadits dan Fiqh, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998

Dipublikasi di MAKALAH HADITS | Meninggalkan komentar

7 sakit yang dianggap sepele

Jangan anggap remeh jika tubuh Anda merasa sakit. Sakit adalah cara tubuh untuk memberitahu kita bahwa ada sesuatu yang tidak benar. Apalagi jika Anda didera 7 rasa sakit berikut ini.

1. Nyeri dada

Jika Anda merasa nyeri dada, kemungkinan itu berhubungan dengan sesak nafas dan gejala serangan jantung.

2. Sakit kepala parah

Kemungkinan bisa jadi serangan migren. Namun jika tidak disertai dengan gejala migrain lainnya, sakit kepala berat merupakan sinyal aneurisma otak. Jika dibiarkan ini bisa menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit.

3. Gigi berdenyut

Kemungkinan besar saraf gigi rusak, mungkin karena enamel sekitar putih mutiara retak atau membusuk. Namun waspadai juga kemungkinan serangan bakteri dalam mulut yang dapat menyerang saraf. Jika dibiarkan, ia bisa menyebar ke seluruh tubuh dan terjadi infeksi.

4. Nyeri di sisi tubuh

Bisa jadi ini merupakan tanda keseleo. Tetapi jika Anda merasa seolah-olah nyeri menyerang sisi kanan tubuh disertai mual dan demam, ini bisa jadi tanda usus buntu atau bagi perempuan ini merupakan gejala kista ovarium.

5. Perut kembung

Sering mengalami perut kembung. BIsa jadi ini bukan gejala sakit pencernaan biasa. Ia bisa menjadi pertanda kanker ovarium. Maka waspadalah jika kembung, nyeri panggul atau perut, dan sulit makan terjadi hampir setiap hari selama lebih dari dua atau tiga minggu.

6. Sering kesemutan pada jari

Jika Anda mudah mengalami kesemutan, kemungkinan ini merupakan pertanda saraf tulang belakang tertekan oleh bantalan tulang. Jika sakit sering terjadi, Anda berisiko mengalami kerusakan saraf permanen.

7. Kaki sakit diiringi pembengkakan

Betis Anda sakit di satu lokasi, terlihat bengkak, dan merah atau hangat saat disentuh. Ini mungkin pertanda Anda menderita terkena trombosis vena (DVT), umumnya dikenal darah beku. Jika dibiarkan gumpalan darah ini bisa sampai ke paru-paru dan menahan supali oksigen bagi tubuh dan akibatnay sangat vatal!

Jika mengalami gejala-gejala dan rasa sakit seperti ini, sebaiknya segera lakukan tindakan medis dengan menghubungi dokter ahli. Jangan diabaikan begitu saja sebelum Anda mengalami sakit yang lebih parah dan mengancam jiwa!

Dipublikasi di info cuma-cuma | Meninggalkan komentar

cara hacker meretas

Cara cara seoarang hacker menembus ataupun menyusup dan juga merusak suatu website adalah sebagai berikut.Teknik teknik itu antara lain:

1. IP Spoofing
2. FTP Attack
3. Unix Finger Exploits
4. Flooding & Broadcasting
5. Fragmented Packet Attacks
6. E-mail Exploits
7. DNS and BIND Vulnerabilities
8. Password Attacks
9.Proxy Server Attacks
10. Remote Command Processing Attacks
11. Remote File System Attack
12. Selective Program Insertions
13. Port Scanning
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
15. HTTPD Attacks

1. IP Spoofing

IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C.

IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’ packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.

2. FTP Attack

Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang diserang.

Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki. Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce attack (menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui atau mensniff informasi yang berada dalam sistem.

3. Unix Finger Exploits

Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact.

Utility ini juga menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem. Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha cracker dalam menembus sebuah sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap system.

4. Flooding & Broadcasting

Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua station yang berada dalam network serangan ini dinamakn broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya menyerah.

Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.

5. Fragmented Packet Attacks

Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.

6. E-mail Exploits

Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).

7. DNS and BIND Vulnerabilities

Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).

8. Password Attacks

Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP. Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka sesuatu yang dilindungi oleh password.

Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai hal ini dengan cara teknikal. Kebanyakan serangan yang dilakukan terhadap password adalah menebak (guessing), brute force, cracking dan sniffing.

9.Proxy Server Attacks

Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan proses dari beberapa host dalam suatu trusted network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem saya akan bisa juga saya lakukan dalam system anda dan sebaliknya.

10. Remote Command Processing Attacks

Trusted Relationship antara dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.

11. Remote File System Attack

Protocol-protokol untuk tranportasi data –tulang punggung dari internet— adalah tingkat TCP (TCPLevel) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk mendapatkan akses ke direktori file.

12. Selective Program Insertions

Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ?) pada system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan membuka backdoor.

13. Port Scanning

Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi. Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.

14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet

Interception TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force, serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.

15. HTTPD Attacks

Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.

HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan errors pada port yang digunakan untuk web traffic dengan cara memasukan banyak carackter dan string untuk menemukan tempat overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukkan string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan attacker akses ke command prompt.

CARA dan TEKNIK Hacker Menembus (Attacking) Situs atau Webserver, 2008, http://www.colonel.web.id, Computer Networking Security

Dipublikasi di info cuma-cuma | Meninggalkan komentar

MAYORITAS PENGHUNI NERAKA ADALAH KAUM WANITA !

MAYORITAS PENGHUNI NERAKA ADALAH KAUM WANITA !

Oleh Al Ustadz Muhammad Wasitho, Lc.
Di antara prinsip akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan merupakan ijma’ mereka adalah meyakini bahwa surga dan neraka adalah makhluk yang Allah telah ciptakan dengan haq dan Dia menetapkan calon penghuni bagi keduanya. Allah jadikan Surga sebagai tempat tinggal abadi yang penuh dengan berbagai kenikmatan bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya, senantiasa berbuat amal shalih dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan neraka Dia jadikan sebagai tempat tempat tinggal yang mengerikan dan membinasakan bagi setiap orang kafir, musyrik, munafik dan durhaka kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“(Surga itu) telah dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Ali Imran: 132] dan firman-Nya: Neraka itu telah dipersiapkan bagi orang-orang kafir.” [QS. Al-Baqarah: 24, QS. Ali Imran: 131]
Siapakah Mayoritas Penghuni Neraka?
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy radhiyallahu anhu, ia berkata: “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita. Beliau bersabda,’Wahai kaum wanita bersedekahlah, sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’ Mereka bertanya,’Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab,’Kalian banyak melaknat dan durhaka terhadap suami. Dan tidaklah aku menyaksikan orang yang memiliki kekurangan akal dan agama yang dapat menghilangkan akal kaum laki-laki yang setia daripada salah seorang diantara kalian. Mereka bertanya,’Apa yang dimaksud dengan kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab,’Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan separuh dari kesaksian seorang pria?’ Mereka menjawab,’Benar.’ Beliau berkata lagi,’Bukankah apabila wanita mengalami haidh maka dia tidak melakukan shalat dan puasa?’ Mereka menjawab,’Benar.’ Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,’itulah (bukti) kekurangan agamanya.’ (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Lalu, surga diperlihatkan kepadaku, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir.” (HR. Ahmad)
Di dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah orang-orang fakir, dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)
Hadits-hadits tersebut di atas memberitahukan kepada kita dengan jelas dan gamblang bahwa mayoritas penghuni surga adalah orang-orang fakir (miskin). Sedangkan penghuni neraka yang paling banyak adalah dari kaum wanita.
Mengapa Wanita Menjadi Mayoritas Penghuni Neraka?
Di dalam kisah gerhana matahari yang mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya melakukan shalat gerh43;Iana padanya dengan shalat yang panjang, beliau melihat Surga dan neraka. Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya:
“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)
Di dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang sifat wanita penduduk neraka, beliau bersabda :
“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)
Dari beberapa hadits yang telah lalu, kita dapat mengetahui beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam api neraka dan bahkan menjadikan mereka golongan mayoritas dari penghuninya. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Banyak melaknat.
Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Kalian banyak melaknat”.
Imam Nawawi menyebutkan bahwa para ulama telah bersepakat akan haramnya melaknat. Laknat dalam bahasa Arab artinya adalah menjauhkan. Sedangkan menurut syariat artinya adalah menjauhkan dari rahmat Allah dan kebaikan-Nya. Dan tidak diperbolehkan bagi seseorang menjauhkan orang-orang yang tidak diketahui keadaannya dan akhir perkaranya dengan pengetahuan yang pasti dari rahmat dan karunia Allah. Karena itu mereka mengatakan,’Tidak boleh melaknat seseorang yang secara dhahir adalah seorang muslim atau kafir kecuali terhadap orang yang telah kita ketahui menurut dalil syar’i bahwa dia mati dalam keadaan kafir seperti Abu Jahal atau iblis.
Adapun melaknat (secara mutlak tanpa menyebut nama tertentu, pent) dengan menyebutkan sifat-sifatnya tidaklah diharamkan seperti melaknat seorang wanita yang menyambung dan minta disambungkan rambutnya, seorang yang mentato dan minta ditato, pemakan riba dan yang memberi makan dengannya, pelukis (makhluk hidup), orang-orang zhalim, fasiq, kafir dan melaknat orang yang merubah batas-batas tanah, orang yang menasabkan seseorang kepada selain ayahnya, membuat sesuatu yang baru di dalam Islam (bid’ah), dan lainnya sebagaimana telah disebutkan oleh dalil-dalil syar’i yang menunjukkan kepada sifat, bukan diri orang tertentu. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 88 – 89)
2. Durhaka terhadap suami dan mengingkari kebaikan-kebaikannya
Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya”.
Kedurhakaan semacam ini banyak sekali kita dapati dalam kehidupan keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya disebabkan sikap atau perbuatan suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur atas kebaikan yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufurinya karena Allah tidak akan melihat kepada istri semacam ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 76)
Termasuk dalam bentuk kedurhakaan istri kepada suami adalah hal-hal berikut ini apabila dilakukan tanpa alasan yang dibenarkan syari’at: Tidak melayani kebutuhan seksual suaminya, atau bermuka masam ketika melayaninya, tidak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, menyebarkan aib suami kepada orang lain, menolak bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya, meminta cerai dari suaminya tanpa sebab yang syar’i, dan yang semisalnya.
3. Tabarruj (bersolek)
Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang.
Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki. (Jilbab Al Mar’atil Muslimah halaman 120)
Ibnu Abdil Barr berkata: “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan bentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya.” (Dinukil oleh Suyuthi di dalam Tanwirul Hawalik 3/103)
Mereka adalah wanita-wanita yang suka menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah telah melarang hal ini dalam firman-Nya:
Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (QS. An-Nuur: 31)
Wahai ukhti Muslimah, hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang Islami yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan azab di akhirat kelak.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (QS. Al-Ahzaab: 33)
Inilah beberapa sebab yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari azab-Nya di dunia dan akhirat. Amiin.
[Telah dimuat di dalam majalah NIKAH volume 8 no. 7 bulan November tahun 2009]
Sumber: abufawaz.wordpress.com

Artikel yang berkaitan

Dipublikasi di info cuma-cuma | Meninggalkan komentar

pengemis yang menakjubkan!!

Kali ini cerita tentang seorang pengemis “sukses” yang berpenghasilan 9 juta rupiah/bulan. Namanya Cak To, beliau sekarang adalah bos pengemis di Surabaya dan tidak lagi hidup sebagai pengemis, melainkan cukup melatih, mentraining, dan melindungi pengemis-pengemis anak buahnya untuk mengemis dengan baik dan benar.

Biografi Cak To Pengemis Kaya di Surabaya

Cak To berasal dari keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah.

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Kekayaan Cak To

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik. Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap. Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun.

Cak To Mengemis Sejak Kecil

Menurut dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya. Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan.

Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah. Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat. Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga.

Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas.

Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya. Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP.

”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya. Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

Cak To pengemis yang mau belajar.

Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya. Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah. Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng.

Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur. Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan. Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri. Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan.

Bos Pengemis

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari. Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan. Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya. Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti.

Walaupun profesinya dicibir sebagian besar orang, termasuk saya sendiri, tapi Cak To tetap lebih baik dari pada pencuri uang rakyat bernama koruptor.

sumber: http://biografi.rumus.web.id/2011/07/biografi-cak-to-pengemis-kaya-di.htm

Dipublikasi di info cuma-cuma | Meninggalkan komentar